TKW Kediri Jadi Korban Penyiksaan Majikan

Sebagai contoh kasus yang menimpa suprapto salah satu petani asal ngronggot kediri yang berhasil menciptakan benih jagung berkualitas akhirnya harus mendekam di tahanan selama 3 bulan karena dituduh memalsukan benih jagung oleh pihak pabrik bisi.

Dalam aksi unjuk rasa ini juga diisi dengan aksi teatrikal yang dilakukan oleh mahasiswa. Aksi teatrikal menggambarkan penderitaan petani yang diajukan ke mejau hijau karena dituduh menjiplak benih jagung.

Kasus penyiksaan terhadap t-k-w indonesia di luar negeri kembali terjadi kali ini penyiksaan itu menimpa sriati anggraini. warga desa gebang kecamatan wonotirto radar kediri yang menjadi korban penyiksaan majikannya di taiwan selain disiksa sang majikan secara brutal. untuk dapat pulang keluarga sriati masih harus menebus dengan bayaran 50 juta rupiah.

sriati anggraini gadis lajang berusia 22 tahun keinginannya untuk menambah penghasilan dan membantu ekonomi orang tuanya dengan menjadi pembantu rumah tangga akhirnya berakhir tragis.

Selama sekitar empat bulan sejak januari 2005 lalu sriati mendapatkan penyiksaan secara kejam dari majikan laki-laki dan perempuannya menurut pengakuan sriati penyiksaan itu dilakukan majikan kepada dirinya karena dituduh mencuri uang sebesar 22 ribu dolar taiwan.

Berbagai bentuk siksaan dialami sriati. Mulai dari disiram air panas disundut dengan alat penggorengan yang dipanasi sampai gigi dan kuku jari tangannya dilepas paksa oleh majikan.

Bahkan di beberapa bagian tubuh yang lain seperti punggung dan telapak kaki diseterika selama disiksa itu pula putri pasangan miswan dan tamiyem tetap dipaksa menjalani pekerjaan rumah tangga.

Karena tak kuasa menahan siksaan majikan sriati yang sejak bekerja selama 11 bulan tidak digaji akhirnya meminta dipulangkan sang majikan memaksa sriani menghubungi keluarganya di kediri untuk meminta uang sebesar 50 juta rupiah sebagai pengganti uang majikan yang hilang.

Dengan susah payah keluarga sriati harus mengumpulkan uang tebusan sebesar 50 juta itu dari hasil menjual ternak dan hutang ke beberapa tetangga.

Setelah uang tebusan dibayarkan melalui salah seorang kerabat yang juga bekerja di taiwan hari minggu 22 mei lalu sriati tiba di indonesia dengan membawa penderitaan akibat siksaan majikannya.