Penyeludupan Tas Sekolah

Baru mahasiswa pendaftaran (PPDB) Jawa Barat berlaku Skor radius jarak rumah dengan sekolah. Ketentuan ini berlaku untuk penerimaan saluran akademis dari tas sekolah anak (atas SMA) dan siswa tas sekolah anak kejuruan (SMK). Prioritas penerimaan adalah mahasiswa rumah yang berada dekat dengan sekolah tujuan.

Merujuk kepada aturan-aturan seperti West Java Gubernur peraturan No. 16 dari 2017 dan bimbingan teknis dari West Java pendidikan kantor 2017 tentang PPDB, usia pemohon maksimum 21 tahun. Sekolah kapasitas 3-36 kelompok belajar atau kelas dan siswa per kelas berkisar antara 20-36 orang.

Penerimaan dari jalan akademik terbatas 60 persen dari total kapasitas dari mahasiswa baru. Pemilihan didasarkan pada nilai kelas SMP ditambah Skor radius.

“Tidak ada tidak ada zonasi daerah, tetapi berdasarkan jarak rumah ke sekolah,” kata kepala SMAN 20 Bandung Yeni Gantini, Selasa, Juni 6, 2017.

Jarak 0-1 kilometer (), nilai siswa UN ditambah Skor 0,9 radius. Berikutnya 1-3 (UN + 0,8), jarak 3-5 (UN + 0,7), jarak 5-7 (UN + 0,6), jarak 7-9 (UN + 0,5). Maka jarak adalah 9-11 (UN + 0,4), 11-13 (UN + 0,3), jarak 13-15 (UN + 0,2), jarak 15-17 (UN + 0,1). “Perhitungan Skor jarak rumah dengan ujian nasional akan dilakukan oleh sistem komputer online PPDB,” kata Yeni.

PPDB SMA akademik trek diselenggarakan pada 3-8 Juli 2017. Untuk pemilihan 3-10 Juli dan pengumuman penerimaan siswa pada 10 Juli 2017.

Para petugas terkejut ketika mencari tas sekolah dasar, apa mereka menemukan!

Berbagai orang menyelundupkan sesuatu, sering membuat menggelengkan kepala.

Baru-baru ini, temuan-temuan dari para pejabat perbatasan di Shenzhen, Cina.

Dilaporkan oleh South China Morning Post pada tanggal 26 Mei 2017, jumlah anak-anak sekolah yang melewati perbatasan Hong Kong – Cina.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan rutin ke tas anak-anak.

Apa yang mengejutkan, ketika melihat apa yang ada di tas.

Ada sejumlah ponsel mewah yang masih disegel di dalam kotak, di dalam tas!

Sejati, nilai mencapai Rp 1,9 milyar!

Barang selundupan terdiri dari 90 buah Apple iPhone 7s, 100 unit iPhone 6s, dan 20 unit Samsung Galaxy S8.

Telepon akan seharusnya diselundupkan dari Hong Kong ke Shenzen.

Menghitung, ada 10 anak-anak yang membawa paket tas sekolah mereka.

Ketika anak-anak diminta, jawabannya juga membuat saya sedih.

Anak-anak mengatakan mereka tidak diberi uang oleh seorang pria yang menyuruh mereka.

Namun, jika telepon membuatnya ke tujuan, mereka akan diperlakukan untuk makan di McDonald’s.

Setiap hari, ada anak-anak 28.000 dari Shenzen yang harus pergi ke sekolah di Hong Kong.

Mereka tidak diperbolehkan untuk pergi ke sekolah di Cina, karena mereka terdaftar di Hong Kong.

Kepala sekolah di Hong Kong, Chow Kim-ho, mengakui anak dapat disalahgunakan untuk menyelundupkan barang.

Alasannya, petugas tidak akan curiga.

“Selain itu, ada biasanya seorang penjaga yang selalu bersama anak-anak, yang membuat petugas enggan untuk mencari anak-anak,” kata Chow.

Di Kuwait, teknik penyelundupan narkoba juga membuat orang menggeleng-gelengkan kepala.

Dealer mengirimkan obat dalam paket ditempelkan ke Merpati kembali. (*)

Guru-guru tas sekolah anak pertama (SMP) di Kota Jambi mencoba untuk mencegah tindakan konvoi atau kirab setelah pengumuman kelulusan siswa kelas IX SMP, Jumat (2/6) siang. Pencegahan dilakukan, antara lain dengan mencari tas siswa sebelum pengumuman kelulusan di setiap sekolah. Kemudian siswa juga diharuskan untuk mengenakan baju olahraga bantalan sekolah masing-masing.

SP monitoring di SMP Negeri 14, Kotabaru, Kota Jambi, Jumat (2/6) siang, Semua siswa kelas IX yang menerima surat kelulusan yang menggunakan olahraga. Kemudian guru mencari tas siswa sebelum Surat kelulusan diberikan. Dalam pencarian, guru ditemukan banyak pakaian putih, spidol dan cat semprot atau pilox dari kantong mahasiswa. Pakaian putih, spidol dan pilox yang dimaksudkan untuk digunakan oleh siswa untuk melakukan konvoi dan mencoret-coret tindakan setelah pengumuman.

“Mengambil kemeja putih, spidol dan piloxes yang siswa mengambil dalam kantong kami yang pertama. Besok, Selasa (3/6) dapat diambil di sekolah. Putih kemeja, spidol dan pilox kami mengambil sehingga anak-anak tidak melakukan tindakan konvoi dan corat-coret setelah pengumuman kelulusan ini, “kata kepala negara SMP 14, Kota Jambi, Bonarti Lubis ketika memberikan pengarahan kepada para mahasiswa dalam bidang SMP Negeri 14, Kota Jambi, Jumat (2/6).

Sementara itu, SP monitoring di Jambi, Jumat malam, ratusan lulusan terus melakukan SMP corat-coret seragam seragam sekolah dan kendaraan bermotor konvoi keliling kota. Konvoi dilakukan sampai 23:00. Tetapi jumlah siswa yang konvoi tidak sebanyak lulusan konvoi dari tas sekolah anak (atas SMA) sebelum.

Sementara itu, kepala Divisi (Head) bimbingan dari pendidikan kantor dari Kota Jambi, Aryanto berkata, kelulusan SMP