Pondok Pesantren Memperkaya Kazanah Berita Kediri Bidang Agama

Sudah jamak diketahui bila Kediri itu merupakan gudangnya pondok pesantren. Beragam pondok pesantren ini muncul tumbuh dan berkembang sejak jaman penjajahan dahulu dan tetap eksis hingga saat ini. Bentuknya pun bermacam-macam mengikuti perkembangan jaman.

Ada pondok pesantren yang menggunakan pola pendidikan modern, namun juga tidak sedikit yang menggunakan metode lama. Jenis kitab yang dipelajari pun juga beragam. Mulai mengajarkan ilmu pasti hingga teknologi maupun ilmu mengaji yang bersumber pada tradisi. Dari sekian jeni pengajaran agama yang paling umum dan menjadi sorotan berita Kediri adalah mengaji dengan kitab kuning.

Jenis mengaji ini terus dipertahankan oleh sebagian pondok pesantren karena dianggap masih relevan dengan kebutuhan zaman saat ini. di banyak kitab kuningini mengajarkan ilmu agama dan aturan kegiatan sehari-hari yang ditulis dalam bahasa arab kuno. disebut kitab kuning karena sebagian besar bukunya adalah kuno dengan kertas yang mulai menguning.

Banyak sebab mengapa pendidikan model pondok pesantren ini tetap diminati dan justru terus berkembang akhir-akhir ini. Diantara sebabnya adalah mulai munculnya reduksi moral dai masayarakat utamanya generasi muda. Pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba menjadi momok bagi orang tua saat ini.

Maka tidak heran apabila pendidikan pondok pesantren diminati, karena selain dapat bekal agama yang cukup, pendidikan formal yang didapat, juga pendidikan karakter di pondok pesantren yang diyakini dapat menumbuhkan generasi yang lebih baik.

Tren pendidikan pondok pesantren di Kediri ini selalu menjadi pembicaraan media melalui berita yang dimunculkan. dampaknya memang cukup berarti bagi menaikkan citra Kediri sebagai kota santri. Tengoklah beberapa pondok pesantren besar seperti Lirboyo, Al Falah Ploso Mojo merupakan pondok pesatren yang cukup terkenal di nusantara. Dengan berita positif mengenai kegiatan mereka, ini mengundang kedatangan santri di pondok tersebut. Setiap tahun jumlah santri terus bertambah dan kegiatan makin beragam.

Tidak kalah adalah keberadaan beragam pondok pesantren yang membuka cabang di Kediri. Seperti pondok Gontor yang membuka cabang hingga 2 tempat di Kediri. Ini karena sebagai sebuah kota, Kediri masih dipandang mampu menjaga citra diri sbegai kota yang beradab dan santun yang sangat selaras dengan kehidupan para santri di pondok pesantren.